Peningkatan Penghidupan Masyarakat Berbasis Komunitas, Melalui Pelatihan Kewirausahaan Bagi Anggota KSM Kelurahan Penurunan Kota Bengkulu Kerja Sama KORKOT dengan FEBI UMB

Selasa, 21 September 2021Perguruan Tinggi merupakan entitas pendidikan yang salah satu tujuannya yaitu mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian serta mengoptimalkan penggunaannya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Dilansir dari hal tersebut dapat dikatakan bahwa Perguruan Tinggi memiliki peran untuk menggalang kerjasama dengan berbagai pihak. Program KOTAKU adalah program yang dilaksanakan secara nasional di 269 kota/kabupaten dari 34 Propinsi yang menjadi “platform” atau basis penanganan kumuh yang mengintegrasikan berbagai sumber daya dan sumber pendanaan, termasuk dari pemerintah pusat, provinsi, kota/kabupaten, pihak donor, swasta, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya. Yaa, sejalan dengan hal tersebut Program KOTAKU dalam penanganan kumuh, tidak bisa dilakukan ‘single actor’. Oleh sebab itu Program Kotaku meletakkan Kolaborasi sebagai dasar program dengan berbagai pihak terutama Perguruan Tinggi. Mempertimbangkan hal tersebut maka peluang kolaborasi dengan Perguruan Tinggi menjadi harapan besar Program KOTAKU dalam menangani kumuh di Bengkulu.

Kolaborasi penangan kumuh di program KOTAKU bukan hanya dari sisi penyediaan infrastruktur lingkungan seperti yang sering di lakukan selama ini yakni perbaikan drainase, linkungan dan jalan. Akan tetapi kolaborasi ini juga dilakukan pada sector pendukung lainnya misal upaya peningkatan ekonomi masyarakat melalui pelatihan usaha, seperti yang dilakukan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMB berkolaborasi dengan KORKOT lakukan pelatihan manajemen usaha untuk masyarakat di Pusat Kuliner Kelurahan Penurunan.

Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta pelaku usaha masyarakat Kelurahan Penurunan dan narasumber 1) Rio Saputra, M,Pd 2) Ir.Elmira Zuliana 3) Yusmaniarti, SE,. MM 4) Hernadianto, SE,. M.Si, CA 5) Drs. Khairul Bahrun,. MM 6) Ratnawili,. SE,. MM 7) Fraternesi,. SE,. M.Si serta berbagai pihak lainnya. Kegiatan pelatihan tersebut bertempat di Pusat Kuliner PPMK Kelurahan Bengkulu di hadiri oleh wakil dekan 2 Universitas Muhammadiyah Bengkulu Ummul Khair, M.Ak dan dibuka secara langsung oleh Ir. Harmudia selaku Management Oversight Consultant (OC2) provinsi Bengkulu.

Dalam sambutannya Ummul Khair, M.Ak menyampaikan bahwa “Pelatihan yang diadakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang bekerja sama dengan KOTAKU ini bertujuan untuk memberikan ruang kesempatan kepada pelaku usaha dalam meningkatkan kapasitasnya, fasilitasi solusi permasalahan usaha, membuka peluang kemitraan, saling promosi produk, dan meningkatkan motivasi serta kepercayaan diri dalam menjalankan usaha. Dan yang menyukseskan UKM tentu yang menjadi nahkoda yaitu masyarakat sebagai pelaku usaha.” Ujarnya

Bapak Ir.Harmudia dalam arahannya selaku MuO dalam pelatihan tersebut mengatakan “Kedepannya tempat Pusat Kuliner PPMK di Penurunan Bengkulu ini akan dijadikan tempat atau pusat kuliner durian yang mana jika orang luar kota berkunjung ke Bengkulu dapat langsung berkunjung ketempat ini untuk menikmati aneka ragam kue yang berasa durian, untuk itu kepada para pelaku usaha silahkan buat kue yang ada kaitannya dengan durian seperti kue tat durian.” Ujarnya

“Dalam pelatihan ini, tidak batas hari ini saja dan tentu akan ada tindak lanjut, untuk itu para ibu-ibu (pelaku usaha) ikutilah pelatihan ini dengan sungguh-sungguh agar dapat meningkatkan motivasi dalam menjalankan usaha”. Harapnya

Sementara itu ketua ketua pelaksana Pelatihan Kewirausahaan Ir.Elmira Zuliana menekankan bahwa pelatihan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan dan mengembangkan potensi Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) menjadi lebih produktif terutama dalam pemanfaat gedung Pusat Kuliner PPMK ini yang kedepannya akan di prioritaskan untuk KSM, konsep gedung cukup modern maka pemanfaat gedung juga harus mampu bersaing untuk menyajikan produknya dengan cukup modern, baik dari segi kemasan, penyajian dan pelayanan hal ini di harapakan agar KSM mampu bersaing dengan tren yang sedang berkembang di masyarakat saat ini.

“Peserta pelaku usaha berjumlah 20 orang ini nanti akan dibagi 5 kelompok yang akan didampingi oleh dosen FEBI UMB dalam mengatasi serta mencari solusi dalam ber-wirausaha dan pelatihan ini tidak batas ini saja melainkan ada tindak lanjutnya seperti berkunjung langsung ke tempat ibu-ibu berdagang,” tutupnya.